Firman Latif Soroti Penyimpanan dan Pemasaran Hasil Laut Nelayan Sebatik
NUNUKAN – Persoalan nelayan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan menangkap ikan di laut, tetapi juga mencakup penanganan hasil tangkapan setelah didaratkan. Keterbatasan fasilitas penyimpanan dan akses pemasaran menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk mendukung perekonomian masyarakat pesisir.
Hal tersebut menjadi bagian dari aspirasi yang dihimpun anggota DPRD Kabupaten Nunukan, H. Firman Latif, saat bertemu kelompok perikanan Anak Nelayan di RT 11 Sei Batang, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik, Senin (28/9/2026).
Dalam pertemuan itu, nelayan menyampaikan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan aktivitas perikanan. Selain alat tangkap, mesin perahu, BBM, perlengkapan keselamatan, dan fasilitas tambatan perahu, persoalan penyimpanan hasil tangkapan serta kendala pemasaran juga menjadi perhatian.
Keterbatasan sarana penyimpanan dapat memengaruhi penanganan hasil laut setelah nelayan kembali dari melaut. Sementara itu, akses pemasaran turut menentukan bagaimana hasil tangkapan dapat disalurkan dan nilai jual yang diterima nelayan.
Firman mengatakan, penyerapan aspirasi secara langsung diperlukan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Ia menegaskan, informasi mengenai kebutuhan penunjang ekonomi nelayan perlu dihimpun secara menyeluruh, bukan hanya melalui agenda reses atau Musrenbang.
Firman berencana memetakan aspirasi berdasarkan jenis kebutuhan dan kondisi kelompok nelayan. Pendataan tersebut mencakup sarana produksi, kondisi perahu dan mesin, perlengkapan keselamatan, fasilitas tambatan, penyimpanan hasil tangkapan, hingga kendala pemasaran.
Melalui pemetaan itu, persoalan yang dihadapi nelayan diharapkan dapat diidentifikasi secara lebih terarah. Hasil pendataan selanjutnya dapat menjadi bahan untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat pesisir melalui mekanisme dan program yang sesuai.
Perhatian terhadap penanganan hasil tangkapan dan pemasaran dinilai penting agar upaya mendukung nelayan tidak hanya berhenti pada proses melaut, tetapi juga mencakup tahapan setelah ikan diperoleh. (adv/*)
![]()
