EMPAT HARI BELAJAR DAN BERKARYA, WBP LAPAS ENDE ASAH KETERAMPILAN TATA BOGA BERSAMA SMK KATOLIK MUKTYACA ENDE
Ende, 24 Oktober 2025 – Di tengah rutinitas pembinaan, aroma harum kue dan roti menyelimuti suasana Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ende. Selama empat hari, mulai 21 hingga 24 Oktober 2025, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti Pelatihan Tata Boga yang dibimbing langsung oleh tim dari SMK Katolik Muktyaca Ende.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binapigiatja), Syamsul Hidayat A.R., dan selama pelaksanaan didampingi oleh Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Polikarpus Pake. Sebanyak 13 orang WBP dengan semangat tinggi menapaki setiap tahap pelatihan yang tak hanya mengajarkan cara mengolah bahan, tetapi juga mengasah kedisiplinan, kerja sama, dan rasa percaya diri.
Pelatihan disusun dalam empat tahapan pembelajaran yang berkesinambungan.
Pada hari pertama, peserta mendapat materi pembuatan kue kering, mempelajari teori dasar, komposisi bahan, dan teknik pengolahan.
Hari kedua, mereka beralih ke praktek langsung membuat kue kering, membuktikan bahwa keterampilan lahir dari ketekunan dan kemauan untuk belajar.
Hari ketiga, pembelajaran berlanjut dengan materi pembuatan roti, memperdalam pemahaman tentang pengembangan adonan dan teknik pemanggangan.
Dan pada hari keempat, pelatihan ditutup dengan praktek pembuatan roti, di mana semangat dan kerja keras para peserta membuahkan hasil nyata dalam bentuk produk roti yang harum dan menggugah selera.
Kepala Seksi Binapigiatja, Syamsul Hidayat A.R., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan menyiapkan warga binaan agar siap berdaya guna setelah bebas nanti.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin menanamkan semangat bahwa keterampilan adalah kunci untuk memulai kehidupan baru. Tidak ada proses yang sia-sia selama dilakukan dengan niat baik dan kerja keras. Kami berharap warga binaan mampu memanfaatkan ilmu ini untuk menciptakan peluang usaha setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Syamsul.
Senada dengan itu, Kepala Lapas Ende, Taufiq, mengapresiasi kolaborasi antara Lapas dan SMK Katolik Muktyaca Ende yang telah memberikan kesempatan belajar bagi warga binaan.
“Pelatihan ini bukan hanya tentang membuat roti dan kue, tapi juga tentang membangun harapan dan kemandirian. Kami ingin setiap warga binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal hidup setelah mereka bebas nanti,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung Asta Cita Presiden. Melalui kegiatan ini, Lapas Ende turut meneguhkan komitmennya mendukung semangat “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak”, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus pengembangan UMKM di daerah.
Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan menerima sertifikat keterampilan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan komitmen mereka. Sertifikat ini diharapkan menjadi modal awal bagi warga binaan untuk melangkah lebih percaya diri dan produktif ketika kembali ke masyarakat.
Melalui pelatihan tata boga ini, Lapas Ende menegaskan bahwa proses pembinaan bukan sekadar memperbaiki perilaku, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik melalui keterampilan dan kesempatan. Dari adonan sederhana, lahirlah karya dan semangat baru — simbol bahwa perubahan selalu mungkin bagi mereka yang mau berusaha.
(Humas/AN/HH)
![]()
