Kemiskinan Nunukan Turun Menjadi 5,27 Persen, IPM Meningkat pada 2025
NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan mencatat sejumlah perkembangan positif dalam indikator makro pembangunan sepanjang 2025. Persentase kemiskinan menurun, tingkat pengangguran terbuka mengalami perbaikan, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat.
Capaian tersebut disampaikan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Nunukan dalam rangka HUT ke-27 Kabupaten Nunukan, Senin (12/10/2026).
Irwan Sabri menjelaskan, persentase penduduk miskin di Kabupaten Nunukan pada 2025 tercatat sebesar 5,27 persen. Angka tersebut turun dibandingkan 2024 yang mencapai 5,73 persen, atau mengalami penurunan sebesar 0,46 poin persentase.
Jumlah penduduk miskin pada 2025 tercatat sekitar 11,81 ribu jiwa. Pemerintah menilai perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa intervensi pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat mulai menunjukkan hasil.
Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka pada 2025 berada di angka 2,61 persen, lebih rendah dibandingkan 2024 sebesar 2,71 persen.
Meski menunjukkan perbaikan, Bupati menekankan bahwa upaya pembangunan ketenagakerjaan tidak cukup hanya berfokus pada penurunan angka pengangguran. Pemerintah juga perlu memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja.
Selain itu, penciptaan lapangan kerja yang produktif, formal, dan berkelanjutan menjadi salah satu perhatian dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada aspek pemerataan pendapatan, Gini Ratio Kabupaten Nunukan pada 2025 tercatat sebesar 0,257, turun dari 0,381 pada 2024. Perkembangan ini menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat distribusi pendapatan masyarakat.
Sementara itu, IPM Kabupaten Nunukan meningkat dari 69,27 pada 2024 menjadi 69,87 pada 2025. Nilai tersebut bertambah 0,60 poin dan masih berada pada kategori sedang.
Adapun pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nunukan sepanjang 2025 tercatat sebesar 3,98 persen. Bupati menilai angka tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah tetap bergerak di tengah dinamika ekonomi global.
Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi masih perlu ditingkatkan melalui penguatan sektor unggulan daerah, peningkatan nilai tambah sumber daya lokal, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), investasi, serta penciptaan lapangan kerja yang lebih produktif.
Pemerintah Kabupaten Nunukan juga menaruh perhatian pada pemerataan manfaat pembangunan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan, pedalaman, pesisir, dan pulau-pulau terluar.
Menurut Irwan Sabri, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana hasil pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, pemerintah berkomitmen melanjutkan berbagai program pembangunan dengan menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, dan pemerataan kesejahteraan. (adv/*)
![]()
