Target Investasi Belum Maksimal, Bupati Nunukan Sebut Penetapan Awal Terlalu Tinggi
NUNUKAN – Bupati Nunukan, Irwan Sabri, bersama Wakil Bupati Hermanus menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 kepada Ketua DPRD Nunukan, Hj Leppa Hafid, usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Nunukan, Jumat (27/3/2026).
Dalam penyampaiannya, Bupati mengungkapkan bahwa capaian investasi daerah belum memenuhi target yang telah ditetapkan. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna LKPJ Tahun 2025.
Menurutnya, dari total 22 indikator kinerja yang menjadi sasaran, sebanyak 18 indikator berhasil mencapai kategori sangat tinggi dengan capaian antara 91 hingga lebih dari 100 persen, termasuk indikator indeks kesejahteraan sosial.
Namun demikian, terdapat satu indikator yang masih berada pada kategori sangat rendah, yakni realisasi investasi yang hanya mencapai 48,47 persen.
Irwan menjelaskan, rendahnya capaian tersebut dipengaruhi oleh tingginya target awal yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Nunukan Tahun 2025–2029, khususnya untuk target investasi tahun 2025.
Ia menambahkan, penetapan target yang terlalu tinggi memang kerap menjadi tantangan, baik dalam konteks individu maupun pembangunan ekonomi daerah. Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh perencanaan yang kurang realistis, dinamika pasar, serta perubahan situasi yang sulit diprediksi.
Sementara itu, untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 yang ditargetkan sebesar Rp1,89 triliun, terealisasi sebesar Rp1,72 triliun atau mencapai 91,09 persen.
Secara rinci, PAD yang ditargetkan sebesar Rp129,51 miliar terealisasi Rp126,44 miliar atau 97,64 persen. Pendapatan transfer yang ditargetkan Rp1,75 triliun terealisasi Rp1,58 triliun atau 90,79 persen. Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah dari target Rp13,27 miliar hanya terealisasi Rp8,83 miliar atau 66,55 persen.
Di sisi belanja, anggaran daerah tahun 2025 sebesar Rp2,1 triliun dengan realisasi mencapai Rp1,77 triliun atau 82,50 persen.
Rinciannya, belanja operasi terealisasi Rp1,17 triliun dari alokasi Rp1,38 triliun atau 85,03 persen. Belanja modal terealisasi Rp357,66 miliar dari alokasi Rp481,41 miliar atau 74,29 persen.
Kemudian, belanja tidak terduga terealisasi Rp3,86 miliar dari anggaran Rp8,86 miliar atau 43,61 persen. Sementara belanja transfer mencapai Rp239,30 miliar dari target Rp279,12 miliar atau 85,73 persen.
Untuk pembiayaan daerah, target sebesar Rp259 miliar berhasil direalisasikan sepenuhnya atau mencapai 100 persen. (Adv)
![]()
