IMAN YANG TUMBUH DI BALIK JERUJI: WBP LAPAS ENDE RAYAKAN BULAN KITAB SUCI NASIONAL DENGAN LOMBA BACA KITAB SUCI, MAZMUR, DAN RENUNGAN
Ende, Jumat (26/09/2025) — Di tengah tembok yang membatasi langkah, suara-suara iman bergema lembut dari Aula Lapas Kelas IIB Ende. Jumat pagi itu, 26 September 2025 pukul 09.30 WITA, menjadi saksi lahirnya spiritualitas yang menguat, ketika para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Katolik mengikuti perlombaan Baca Kitab Suci, Mazmur, dan Renungan dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional.
Bukan sekadar perlombaan, kegiatan ini adalah persembahan iman — sebuah perjalanan batin menuju pemurnian diri. Setiap ayat yang dilantunkan bukan hanya dibaca, tetapi diresapi dan dihidupi, menjadi pelita dalam perjalanan pertobatan di balik jeruji.
Dalam lomba ini, para peserta menampilkan bacaan dari Kitab Suci yang sarat makna, melantunkan Mazmur dengan suara yang menggema lembut penuh penghayatan, serta menyampaikan renungan yang menyentuh hati, menggambarkan harapan akan hidup baru dan kasih Allah yang tak berkesudahan.
Kegiatan yang dipandu penuh khidmat ini dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari pegawai Lapas Ende serta pembina agama Katolik dari Kementerian Agama Kabupaten Ende, yang memberikan penilaian berdasarkan ketepatan bacaan, kedalaman refleksi, serta kemampuan menyampaikan pesan iman dengan tulus.
Kepala Lapas Kelas IIB Ende, Taufiq Hidayat, dalam sambutannya menegaskan makna mendalam kegiatan ini.
“Bulan Kitab Suci Nasional menjadi momen pembinaan rohani yang sarat makna. Melalui firman Tuhan, para WBP belajar mengenal dirinya kembali, mengakui kelemahan, dan membuka hati untuk kasih yang memulihkan. Inilah wajah sejati dari pemasyarakatan — bukan sekadar menghukum, tapi membimbing menuju pertobatan dan pembaruan hidup.”
Para WBP yang berpartisipasi menunjukkan ketulusan luar biasa. Di balik raut wajah yang dulu menyimpan penyesalan, kini tampak cahaya pengharapan. Setiap kata yang diucap adalah doa, setiap lantunan adalah pengakuan, dan setiap renungan adalah perjalanan jiwa menuju kebebasan sejati — kebebasan batin yang lahir dari iman.
Melalui kegiatan ini, Lapas Ende kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang menyentuh hati dan membentuk karakter, mengantar WBP Katolik untuk bertumbuh dalam kasih Kristus, agar kelak saat mereka melangkah keluar, mereka tak lagi berjalan dalam kegelapan, tetapi dalam terang firman Tuhan.
(Humas/AN)
![]()
