Parlemen

Reses Ketua DPRD Nunukan, Warga Suarakan Soal Jaringan Telekomunikasi dan Jembatan Kayu

NUNUKAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan Hj Rahma Leppa Hafid telah melakukan reses perseorang masa sidang ke-II tahun 2022-2023, dari banyaknya aspirasi warga yang disampaikan khususnya di Jalan Mamolo arah Somel, persoalan warga didominasi soal jaringan telekomunikasi dan infrastruktur jalanan.

“Saya mendengar langsung apa yang warga sampaikan, warga itu meminta adanya peningkatan sarana telekomunikasi, karena disitu susah jaringan untuk menelepon, kadang mereka itu sampai naik ke atas bukit-bukit untuk cari jaringan. Tapi Alhamdulillah salah satu warga mau menghibahkan tanahnya untuk dibangun tower pemancar jaringan telekomunikasi,” kata Hj Leppa, Senin (20/03/23).

Hj Leppa melanjutkan, dirinya juga sudah berkomunikasi ke instansi daerah yang menangani perihal masalah tower jaringan telekomunikasi dan OPD tersebut merespon positif dan siap memfasilitasi ke kementerian terkait.

Berita Terkait  Anggota DPRD Nunukan Setujui Raperda RPJMD 2025-2029 dan LKPj APBD 2024

“Saya sudah hubungi kepala dinasnya, Insyaallah mereka akan mencoba memfasilitasi dan siap mengajukan ke kementerian, sama jalanan itu juga saya akan perjuangkan,” lanjut dia.

Sedangkan masalah warga sekitar Sei Jepun (arah pasar) kendala akses jembatan kayu yang dibutuhkan warga sebagai penunjang akses bongkar muat rumput laut. Politisi perempuan dari partai Hanura ini siap memasukan hasil reses ke dalam pokok pikiran (Pokir DPRD) dan bahkan ia siap menggelontorkan dana pribadi bersama suaminya untuk membantu warga membangun jembatan kayu tersebut.

Berita Terkait  DPRD Nunukan Mengawal Revisi Peraturan Pemerintah Provinsi Kaltara Terkait Zonasi Perairan Laut

“Jembatan itu murni permintaan warga, jadi harus memang dibangun, kasian warganya. Ini juga dilakukan agar bisa perahu lewat atau motor lewat membawa rumput laut. Saya bersama suami Insyaallah siap membantu,” katanya.

Selain reses, Ketua DPRD Nunukan juga sebelumnya turut melakukan sosialisasi bersama mengenai penuntasan kasus Stunting di Kabupaten Nunukan hingga turun ke warga yang berada Jalan Kampung Timur, Kabupaten Nunukan. (**)

Loading

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *