Pemprov Kaltara dan Bank Dunia Berkolaborasi Melakukan Pemulihan dan Pelestarian Ekosistem Mangrove
MITRAPERBATASAN.COM/KALTARA – Pemprov Kaltara dan Bank Dunia berkolaborasi melakukan pemulihan dan pelestarian ekosistem mangrove, salah satunya dibuktikan dengan kegiatan penanaman mangrove di Kabupaten Tana Tidung, Senin (24/6/2024).
“Penyelamatan ekosistem mangrove tidak boleh berhenti, harus terus bergerak bersama melestarikan hutan bakau ini demi masa depan generasi mendatang,” ujar Gubernur Kaltara Dr. (H.C.) H. Zainal A. Paliwang, M.Hum., Senin (24/6/2024) di Tana Tidung.
Untuk diketahui, kegiatan penanaman mangrove bertajuk Kick-Off Penanaman Mangrove Proyek Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) dilaksanakan di Desa Sengkong, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Senin (24/6/2024).
Prosesi penanaman ini dilakukan oleh Gubernur Kaltara, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) RI Hartono; Lead Environmental Specialist for Indonesia and Timor Leste, East Asia Pacific World Bank (Bank Dunia), Franka Braun; Senior Natural Resource Management Bank Dunia, Ambrooise Breiner; serta berbagai pihak lainnya.
Penanaman ini menandai dimulainya upaya restorasi besar-besaran untuk memulihkan ekosistem mangrove di Kaltara dan meningkatkan ketahanan pesisir terhadap perubahan iklim.
Target M4CR di Kaltara adalah penanaman mangrove seluas 344 hektar di Desa Sengkong, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, menggunakan pola silvofishery atau perpaduan pola penghijauan mangrove sekaligus budidaya perikanan.
Provinsi Kaltara memiliki potensi mangrove yang sangat besar, dengan luas mencapai 326.396.37 hektare. Berdasarkan pola ruang, luasan tersebut terbagi atas hutan primer 47.664,58 hektare, hutan sekunder 124.099,22 hektare, nipah 5.984,09 hektare, dan tambak 148.648,49 hektare. (BIROADPIM)
![]()
