Demo ke DPRD, AMM Nunukan Soroti Upah Layak dan Keselamatan Buruh
NUNUKAN – Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat (AMM) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Nunukan, Rabu (6/5/2026).
Dalam aksi tersebut, massa meneriakkan slogan ‘Upah Layak Adalah Hak’ dan ‘Buruh Bukan Mesin’ sebagai bentuk tuntutan terhadap keadilan bagi para pekerja.
Salah satu orator aksi, Andi, menyampaikan bahwa kedatangan mereka bertujuan mendorong DPRD Nunukan agar lebih peka terhadap kondisi buruh yang dinilai masih belum mendapatkan perlindungan maksimal.
“Selama ini buruh kita belum mendapat perlindungan hak pekerja. Mereka masih rentan terhadap eksploitasi, padahal memiliki peran penting dalam pembangunan,” ujarnya.
Ia mencontohkan kondisi pekerja kebersihan di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang dinilai masih jauh dari kata sejahtera.
“Pasukan kuning bekerja sejak pagi dengan beban kerja tinggi dan risiko penyakit, namun upah yang diterima tidak sebanding,” tegasnya.
Selain itu, AMM juga menyoroti lemahnya penerapan keselamatan kerja di berbagai sektor. Mereka menemukan masih banyak pekerja yang tidak dilengkapi alat pelindung diri (APD), seperti pekerja konstruksi tanpa helm, pekerja ketinggian tanpa harness, hingga pekerja pelabuhan tanpa pelampung.
“APD sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Kami minta pemerintah serius melihat persoalan ini,” kata Andi.
Ia menegaskan bahwa perlindungan buruh merupakan hak konstitusional yang dijamin dalam UUD 1945 Pasal 28D ayat (1), sehingga sudah seharusnya dipenuhi oleh negara. (*)
![]()
