Kalimantan UtaraNunukan

Bupati Nunukan Menghadiri Acara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke 64 PEBABRI

Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid : Kami dari Pemerintah Daerah selalu membutuhkan saran dan masukan dari para anggota Pepabri karena semua adalah para senior-senior dan orang tua kita.

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menghadiri acara Peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Purnawirawan TNI/Polri (PEBABRI) yang Ke 64. Acara tersebut dilaksanakan di Hotel Lenfin Nunukan. Minggu (10/9).

PEPABRI ini merupakan organisasi pensiunan TNI dan Polri ini di bentuk pada tanggal 12 September 1959.

Organisasi PEPABRI ini merupakan wadah untuk menghimpun dan merekatkan silaturahmi para Purnawirawan dan Warakawuri untuk menjadi rumah bersama bagi seluruh prajurit TNI dan Polri setelah Purna Bhakti.

Berita Terkait  Musrenbang Tahun 2024 Dalam Rangka Penyusunan RKPD Kab. Nunukan Tahun 2025 Resmi Dibuka

Pada peringatan Hari Ulang Tahun PEPABRI Ke 64 kali ini mengusung Tema, “Rajut Persatuan Untuk Pemilu Sukses Menuju Indonesia Maju.”

Tema tersebut mengandung pemahaman bahwa PEPABRI dalam pengabdiannya akan selalu mengedepankan persatuan dalam setiap pemikiran dan langkah tindakannya.

Pada kesempatan kali ini, Bupati Laura juga menyampaikan sambutan dari Ketua Umum DPP PEPABRI Bapak Jenderal TNI (Purn) H. Agum Gumelar.

Dalam sambutan yang di sampaikan oleh Bupati Nunukan, Ketua Umum DPP PEPABRI Menyampaikan bahwa di penghujung tahun 2023 merupakan tahun politik menjelang diselenggarakan Pileg dan Pilpres secara serentak. Menjelang tahun politik tentunya suhu politik akan memanas dan persatuan bangsa akan dipertaruhkan.

Berita Terkait  Brimob Polda Kaltara Bantu Angkut Pemudik di Pelabuhan SDF Selama Operasi Ketupat Kayan 2025

PEPABRI merupakan organisasi yang mandiri dan berwatak pejuang serta bersifat netral dengan tidak memihak kepada parpol manapun.

“Namun sebagai individu atau perorangan, anggota PEPABRI memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama dengan warga negara Indonesia lainnya. Anggota PEPABRI bebas menentukan pilihan politiknya tanpa kehilangan jati dirinya sebagai prajurit pejuang yang berpegang teguh kepada nilai-nilai Sapta Marga atau Tribrata,”ungkapnya.

Sumber : PROKOMPIM

Loading

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *