DUA HEWAN KURBAN, SATU TUJUAN: MENINGKATKAN IMAN DAN SOLIDARITAS DI LAPAS ENDE
Ende — Sabtu, 7 Juni 2025, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ende melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai bagian dari perayaan Idul Adha 1446 Hijriah. Kegiatan ini berlangsung di area belakang Masjid At-Taubah Lapas Ende pada pukul 08.00 WITA, mencerminkan semangat kebersamaan dan pembinaan spiritual di lingkungan pemasyarakatan.
Tahun ini, Lapas Ende menyembelih dua ekor hewan kurban, terdiri dari satu ekor sapi hasil pengumpulan dana dari pegawai beragama Islam dan satu ekor kambing yang merupakan hibah. Inisiatif ini menunjukkan kepedulian dan partisipasi aktif dari pegawai serta pihak luar dalam mendukung kegiatan keagamaan di dalam lapas.
Proses penyembelihan dilakukan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang memiliki kompetensi dan pemahaman mendalam tentang syariat Islam, memastikan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan agama. Setelah penyembelihan, kegiatan menguliti dan pemotongan daging dilakukan secara gotong royong oleh petugas dan WBP serta didampingi dan diawasi langsung oleh Kepala Lapas Ende.
Daging kurban kemudian dibagikan secara merata kepada seluruh petugas dan WBP Lapas Ende. Langkah ini tidak hanya memenuhi aspek ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan di antara penghuni dan staf lapas.
Kepala Lapas Ende, Taufiq Hidayat, menyatakan bahwa momen Idul Adha ini tidak hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan di lingkungan Lapas. “Meskipun berada di balik jeruji, Lapas Ende juga merayakan Idul Adha dengan penuh suka cita. Usai menggelar Sholat Idul Adha kemarin, Warga Binaan bersama petugas Lapas Ende kemudian melakukan penyembelihan dan pemotongan hewan kurban secara bersama-sama,” ungkapnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan tertib, mencerminkan semangat gotong royong dan nilai-nilai keagamaan yang kuat di lingkungan Lapas Ende. Perayaan Idul Adha di Lapas Ende tahun ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diintegrasikan dalam proses pembinaan dan rehabilitasi WBP, serta memperkuat hubungan antara petugas dan warga binaan.
(Humas/HH)
![]()
