Nasional

“KOPI WAJU”: PRODUK UNGGULAN LAPAS ENDE MELALUI INOVASI TRADISIONAL UNTUK PEMBERDAYAAN WARGA BINAAN

Ende, 30 Juli 2025 – Lapas Ende resmi memperkenalkan produk unggulannya: Kopi Waju — kopi khas Ende-Lio yang diproduksi menggunakan metode tradisional ditumbuk menggunakan alu, sesuai makna lokal “waju” yang berarti “tumbuk”. Inisiasi ini dipelopori oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka.KPLP), Alex Leonard Mbolo.

Nama “Waju” diambil dari bahasa Ende-Lio, merujuk pada teknik pengolahan kopi dengan alu manual, bukan mesin modern. Model ini dirancang sebagai simbol nilai kebudayaan lokal dan metode pembinaan keahlian manual bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kalapas Ende, Taufiq Hidayat, menyatakan bahwa lewat produk ini, Lapas Ende berharap dapat memperkuat proses pembinaan sekaligus pemberdayaan WBP. Latihan mengolah kopi dan kewirausahaan merupakan sarana efektif mengembangkan keterampilan praktis bagi warga binaan, meningkatkan peluang produktivitas dan potensi ekonomi pasca pembinaan.

Berita Terkait  PELAYANAN KESEHATAN, DONOR DARAH & NUTRISI: LAPAS ENDE PERKUAT KOMITMEN KESEJAHTERAAN WBP

Kasibinapigiatja, Syamsul Hidayat A.R, menambahkan meskipun “Kopi Waju” saat ini masih berstatus sampel dan belum diproduksi massal, produk ini akan diikutsertakan dalam ajang Indonesian Prison Products and Art Festival (IPPAFest) 2025, yang akan berlangsung di Pantai Aloha Indah Kapuk 2, Tangerang, Banten, tanggal 8–10 Agustus 2025. Kehadiran produk ini menjadi penanda komitmen Lapas Ende untuk ambil bagian secara aktif di festival skala nasional dalam memamerkan inovasi dari lapas-lapas di seluruh Tanah Air.

Saat ini, “Kopi Waju” tengah melewati tahap produksi sampel. Lapas Ende masih mempelajari proses pengembangan menuju produksi massal, termasuk aspek standardisasi kemasan, kontrol mutu, dan strategi pemasaran. Meski demikian, produk ini sudah menjadi simbol komitmen institusi dalam memaksimalkan pemberdayaan WBP dan pengembangan produk lokal secara optimal.

Berita Terkait  Indonesia Komitmen Dukung Program Kerja WIPO dan Aktif dalam Inisiatif Global terkait KI

Proyek “Kopi Waju” bukan sekadar usaha kuliner — melainkan langkah strategis dalam membangun keterampilan dan etos kerja warga binaan. Dengan pengalaman langsung mengolah bahan baku hingga manajemen produk, warga binaan belajar ketekunan, kerjasama, dan orientasi nilai produktivitas.

Produk Kopi Waju mencerminkan sinergi antara pendekatan tradisional lokal dan visi pembinaan modern. Meski masih dalam tahap awal, inovasi ini menjadi bukti nyata peran Lapas Ende dalam memperkuat pemberdayaan WBP dan potensi produk lokal — khususnya menjelang partisipasi pada IPPAFest 2025 di awal Agustus mendatang.
(Humas/HH)

Loading

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *