Nasional

LANGKAH AWAL “KARYA SERIBU TANGAN NARAPIDANA” : KASI BINAPIGIATJA PIMPIN WBP BERSIHKAN PANTAI KOTARATU

ENDE, Jumat, 30 Juni 2025 — Kasi Binapigiatja Lapas Kelas IIB Ende, Syamsul Hidayat A.R, bersama 20 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menggelar kegiatan sosial berupa pembersihan sampah di Pantai Ria (Kotaratu), Kelurahan Kotaratu, Kecamatan Ende Utara. Aksi ini dilaksanakan mulai pukul 09.30 Wita hingga 13.00 Wita.

Pantai yang dikenal sebagai salah satu destinasi favorit warga Ende ini berlokasi strategis hanya sekitar 500 meter dari pusat kota—terletak di Kelurahan Kotaratu, Kecamatan Ende Utara, dengan ombak yang ramah dan pasir hitam yang khas.

Sebelum melaksanakan bersih-bersih, Syamsul mengumpulkan seluruh WBP untuk memberikan pengarahan dan motivasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata motto “pemasyarakatan pasti bermanfaat untuk masyarakat.” “Sehingga WBP perlu melaksanakan kegiatan ini dengan serius dan profesional,” ujarnya.

Berita Terkait  Undang-Undang Desa Diusulkan Direvisi, Supaya Ada Dana Beasiswa untuk Warga Desa

Pengerjaan lapangan dipimpin langsung oleh Syamsul bersama dua petugas lapas. Membersihkan sampah di sepanjang bibir pantai, para WBP bekerja dengan tertib dan semangat. Syamsul berharap bahwa kelak Ende akan mendapat julukan “kabupaten dengan karya seribu tangan Narapidana.” Ia menyatakan komitmen untuk menjadikan aksi sosial semacam ini sebagai agenda rutin yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kegiatan berjalan aman dan lancar. Setelah 3,5 jam, Pantai Kotaratu terlihat jauh lebih bersih, bebas dari sampah plastik dan limbah organik yang sebelumnya menyebar di sepanjang garis pantai.

Berita Terkait  Dukung Program Swasembada Pangan, Kapolri-Panglima TNI Luncurkan Gugus Tugas Polri

Kegiatan pembersihan Pantai Kotaratu ini bukan sekadar aksi sosial satu kali, melainkan langkah awal yang diharapkan menjadi gelombang kebaikan berkelanjutan di Ende. Dengan semangat “karya seribu tangan Narapidana”, WBP di Lapas Ende membuktikan bahwa setiap individu, bahkan yang sedang menjalani hukuman, memiliki potensi besar untuk berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Harapan besar terpancar: kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia, membawa pesan bahwa pemasyarakatan sejati adalah ketika manusia dibina bukan hanya kembali ke masyarakat, tetapi juga mampu mendorong perubahan nyata.
(Humas/HH)

Loading

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *