Nasional

PRIORITASKAN KESELAMATAN KERJA: LAPAS ENDE BAGIKAN SEPATU BOOT SAFETY

Ende, 28 Juli 2025 – Sebanyak 32 orang narapidana peserta asimilasi dan 6 orang petugas dapur menerima sepatu boot safety, yang berlangsung di Lapangan Apel Lapas Ende, Senin pagi tepat pukul 09.00 WITA.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasi Binapigiatja Lapas Ende, Syamsul Hidayat A.R., yang didampingi oleh staf dari Bidang Kegiatan Kerja (Giatja) dan Regbimpas. Seluruh penerima menerima sepatu sesuai ukuran masing masing melalui pendataan dan distribusi terkoordinasi oleh tim staf.

Kepala Lapas Ende, Taufiq Hidayat, menyampaikan harapannya bahwa pemanfaatan sepatu boot safety ini dapat meningkatkan keselamatan kerja para narapidana. “Dengan sepatu boot, kami berharap perlindungan lebih optimal, kenyamanan maksimal, dan stabilitas saat bergerak di medan tidak rata — dibandingkan penggunaan sepatu biasa,” ujar Taufiq.

Berita Terkait  Bangga! Desa Malinau Kota dan Kelurahan Pamusian Raih Juara Tingkat Nasional

Syamsul Hidayat menambahkan bahwa alat pelindung ini perlu dijaga dengan baik oleh masing masing penerima. “Boot safety ini perlu dirawat dan dipelihara, agar bisa memberikan manfaat maksimal,” tuturnya. Ia juga berharap alat ini dapat menunjang produktivitas dan tidak menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).

Menurut Syamsul, pembagian ini merupakan salah satu bentuk komitmen Lapas Ende dalam menyediakan sarana penunjang keselamatan kerja di lingkungan lapas. “Kami ingin memastikan bahwa saat narapidana dan petugas bekerja, risiko kecelakaan diminimalisir dan lingkungan kerja menjadi lebih aman,” tegasnya.

Berita Terkait  Bupati Laura Hadiri Indonesia West Java Digital Services Internasional Festival 2022

Dengan hadirnya sepatu boot safety ini, Lapas Ende tidak hanya membagikan alat pelindung diri, tetapi juga menanamkan nilai kesadaran keselamatan dan tanggung jawab di lingkungan pemasyarakatan. Melalui langkah konkret seperti ini, semangat pembinaan dan produktivitas tidak hanya menjadi jargon, tetapi diwujudkan dalam bentuk perlindungan nyata. Diharapkan ke depan, penerima tidak hanya merawat alat ini secara fisik, tetapi juga menjadikan setiap langkah kerja sebagai wujud nyata dari komitmen mereka terhadap keamanan, produktivitas, dan ketertiban bersama di Lapas Ende. (Humas/HH)

Loading

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *